Beberapa waktu kemarin, saya sempat merenungkan sesuatu. Renungan tersebut muncul ketika saya melihat fenomena dimana ada seseorang yang ingin kembali ke SMA ketika ia sudah berkuliah, ingin kembali kuliah ketika sudah bekerja, ingin kembali ke pangkuan ibunda ketika ia sudah berumah tangga, dan lain sebagainya. Padahal, keadaan yang sekarang ia alami adalah hal yang dulu ia idamkan. Aneh, tidak masuk akal bukan?

Setelah itu, saya berpikir dan membuat sebuah hipotesis. Mungkin fenomena tersebut terjadi karena mereka merasa lelah memikul sebuah hal yang disebut dengan beban. Hmm, supaya lebih pasti, sepertinya kita harus menggali hal ini lebih dalam. Sebagai seorang engineer yang mengaplikasikan sains ke kehidupan sehari-hari, saya mencoba meninjau persoalan ini lewat ilmu fisika.

<>

Dalam ilmu fisika, beban dilambangkan dengan huruf (F), beban juga punya nama lain yaitu gaya.

Kemudian saya berpikir, apakah selama hidupnya manusia akan selalu memikul beban karena mereka memiliki massa (m) dan dipengaruhi gravitasi (g) akibat tinggal di bumi? Apakah manusia tidak dianggap hidup ketika mereka tidak memikul beban? Bisa jadi, tapi sepertinya ada faktor lain.

Image result for gaya berat

Setelah diusut lebih dalam, diketahui bahwa beban berbanding lurus dengan tekanan (P). Masuk akal, karena kita tahu depresi terjadi akibat adanya tekanan (pressure). Depresi dapat membuat seseorang menjadi kacau dan berbuat sesuatu yang tidak masuk akal. Hmm, sepertinya hal ini berhubungan dengan renungan yang saya pikirkan. Tapi, kalau hanya dua hal ini yang menjadi faktor, tentu semua manusia di dunia ini akan mengalami depresi. Ngga masuk akal dong, karena kita tahu bahwa tidak semua manusia di dunia ini mengalami depresi. Ada faktor lain, apakah itu?

Ternyata, berbeda dengan tekanan, beban berbanding terbalik dengan dengan luas (A). Semakin besar sebuah area (luas), maka tekanan atau gaya yang bekerja pun akan semakin kecil. Tentu, tekanan dengan jumlah yang kecil tidak akan menyebabkan seseorang menjadi depresi.

fluid-prop-equations-eqn1

Semakin jelas bukan? Kita tahu bahwa lapang (lapangan) adalah sebuah area yang cukup besar. Inilah landasan dasar mengapa seseorang harus mempunyai sikap lapang dada. Lapang dada dapat mengecilkan jumlah tekanan yang terjadi pada seseorang sehingga ia tidak akan merasa lelah dalam memikul beban yang ia terima. Oleh karena itu, lapang dada merupakan salah satu bentuk tanggung jawab setiap manusia.

 “Tanggung jawab (responsibility) –> kemampuan (ability) seseorang untuk menanggapi sebuah respon (respons)”

<>

Dada (hati) yang kita miliki identik dengan sebuah kacamata. Kacamata yang gelap (buram) akan mempersempit pandangan (A) kita terhadap suatu masalah, dan itu akan memperbesar beban (F) dan tekanan (P) yang ada dalam diri kita. Susah, senang, sedih, bahagia itu bergantung dari bagaimana kita memandang sesuatu.

Untuk membangun sikap lapang dada, hal yang kita perlu lakukan adalah membeningkan lensa kacamata hati kita. Lensa yang bening akan memperbesar pandangan (A) sehingga kita tetap stabil dalam memikul beban dan tekanan yang terjadi dalam menjalani hidup, begitu pula sebaliknya.

Kuy, kita beningkan lensa kacamata hati kita supaya kita bisa melihat betapa indahnya alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam bisshawab.end

Advertisements