Dalam bahasa indonesia, ikhtiar sering diartikan sebagai kegiatan seorang manusia untuk melakukan sebuah kerja (usaha). Hal ini akan menimbulkan sebuah kesalahpahaman ketika seseorang sudah berusaha tapi tidak menghasilkan sesuatu yang telah diharapkan. Kenapa? Karena dalam makna yang sebenarnya, ikhtiar didefinisikan sebagai sebuah sikap untuk megusahakan yang terbaik.

Sebagai contoh, ketika kita akan menghadapi ujian kalkulus, tentu yang harus dibaca adalah buku kalkulus, bukan buku bahasa indonesia. Sebanyak apapun halaman yang dibaca, kalau yang dibaca adalah buku bahasa indonesia, pasti kita tidak akan bisa mengerjakan soal ujian kalkulus. Nah, pada kasus ini, membaca buku kalkulus adalah salah satu contoh bentuk dari ikhtiar.

Understanding the Root Cause

Sebelum berikhtiar, kita harus memahami jenis masalah yang sedang dihadapi. Usaha yang dilakukan dengan mengacu kepada “akibat” tidak akan menyelesaikan permasalahan secara keseluruhan. Dalam melakukan ikhtiar, kita harus memahami akar dari suatu permasalahan yang terjadi. Misalnya, karena kita sakit (sebab) maka kita akan pergi ke dokter (akibat). Kalau kita tidak merasa sakit, apakah kita perlu pergi ke dokter?

Dengan memahami akal permasalahan, kita dapat mengetahui dengan pasti tindakan yang harus dilakukan sehingga usaha yang telah kita lakukan tidak menjadi hal yang sia-sia. Bisa jadi, mesikpun sudah berusaha,  hasil yang didapat tetap tidak memuaskan. Kenapa? karena kita tidak melakukan cara yang terbaik, yaitu cara sesuai untuk menyelesaikan masalah yang ada.

tulisan-19
Berjalan merupakan salah satu bentuk dari usaha. Akan tetapi, ketika kita salah menentukan arah, ia akan menjadi sebuah usaha yang sia-sia

Cara yang terbaik dapat dimulai dari niat. Ketika kita sudah meniatkan sesuatu dengan benar, niat akan membuka jalan untuk membantu proses ikhtiar. Selain itu, niat akan menjadi penyemangat ketika kita sedang merasa penat dalam masa-masa berikhtiar.

<>

Tawakal

Setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan. Sehingga, manusia juga perlu memahami yang dinamakan dengan tawakal. Secara istilah, tawakal adalah bentuk berserah diri, berpegang teguh dan meyakini segala ketentuan-ketentuan Allah SWT. Meski telah berikhitar, kita hanya akan merasakan kekecewaan apabila kita menggantungkan sesuatu kepada manusia.

tulisan-19-4

Akan ada selalu faktor “x” pada setiap permasalahan hidup manusia. Dalam pekerjaannya, para engineer akan memasukkan asumsi, safety factor, dan batasan masalah dalam perhitungan yang ada pada rancangannya. Hal ini menunjukkan bahwa engineer yang handal dalam menentukan pilihan pun tetap tidak bisa memastikan pilihannya 100% benar.

tulisan-19-2-baru
Sehandal apapun seorang engineer, ia akan tetap menggunakan asumsi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada

Manusia bukanlah superhero yang bisa menyelamatkan semua korban dari kejahatan yang ada di dunia. Manusia akan merasa semakin terpuruk ketika mereka tidak bisa menyelamatkan / menyelesaikan semua permasalahan yang ada. Perlu kita ketahui bahwa setelah berikhtiar, baik atau buruknya sebuah hasil bukanlah sesuatu yang bisa kita ramalkan.

Oleh karena itu, penting bagi seorang manusia yang beriman kepada Allah SWT untuk memiliki sifat tawakal. Seburuk apapun hasil yang kita dapatkan, pasti ada hikmah yang bisa diambil asalkan kita yakin bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi hambanya.

Wallahu a’lam bishawwab.

Advertisements