700

Halo teman-teman, apa kabar? kali ini, saya ingin membahas proses dan hasil dyno test serta efek perubahan settingan terhadap performa si Red Mustang.

Pada tulisan sebelumnya, ada beberapa efek yang saya rasakan setelah si red mustang selesai diperbaiki pasca kecelakaan, salah satunya adalah peningkatan respon power delivery di RPM bawah. Berdasarkan analisa pribadi, kemungkinan besar hal itu terjadi akibat penggantian knalpot standard ke knalpot racing GBR SL 20 Carbon.

(lengkapnya ada di :bit.ly/1RJf2ng)

Memang, knalpot standard dan knalpot GBR SL 20 Carbon memliki selisih berat yang cukup besar sehingga membuat motor menjadi lebih ringan. Akan tetapi, saya ingin mengetahui apakah ada efek lain yang terjadi akibat penggantian knalpot ini. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk melakukan dyno test yang bertempat di Gedung Riset Mobil Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

 

molina
Gedung Mobil Listrik ITS Surabaya, Kampusku men!

 

 

On Dyno Spec :

Engine Oil                          : Adnoc Voyager Silver 10W-40

CO setting cylinder 1       : 2

CO setting cylinder 2      : 3

 

IMG_20160203_105604
Adnoc Voyager Silver 10W-40

 

Pada bagian akhir video diatas, dapat diketahui si mustang memiliki power maksimum sebesar 30 HP dan torsi maksimum sebesar 20 Nm, dimana dalam kondisi standard, Yamaha R25 memiliki power sebesar 28-29 HP on dyno. Well, hal ini menunjukkan bahwa penggantian knalpot standard ke knalpot GBR SL 20 Carbon menimbulkan peningkatan power.

<>

4 bulan berlalu semejak dyno test dilakukan. Saya pergi ke HKU Racing Motosport di jalan Kebonsari, Surabaya, untuk melakukan servis dan menyetting si Mustang karena sudah mulai terasa tidak enak untuk dikendarai. Menurut mas Lukman (sang mekanik) suara si Mustang terdengar terlalu kering, ia mencopot busi dan memeriksa apa yang terjadi.

Benar saja, kedua elektroda si mustang berwarna putih, menunjukkan campuran bahan bakar terlalu kering. Mas lukman mengambil FI diagonistic tool, ia menyarankan CO disetting pada angka 25. Selain itu, ia juga menyarankan untuk membuka air filter dengan box tetap terpasang supaya pasokan udara bisa masuk lebih banyak tapi tidak terlalu membuat mesin menjadi kotor.

Pengerjaan selesai, suara si Mustang terdengar sedikit lebih ngebass. Sebelum test ride dilakukan, tekanan ban diisi nitrogen dan diatur sebesar 29 Psi (depan) dan 33 Psi (belakang). Kemudian, tingkat kekakuan shock breaker dinaikkan menjadi level 5 dari 7 supaya si mustang tidak terlalu bumpy.

DSC_0458
Ready to Ride!

Test ride dilakukan, si Mustang terasa lebih enak untuk dikendarai, lebih lincah dan stick on road. Selain itu, tarikannya mulai responsif di rpm 5000 (biasanya mulai responsif di rpm 7000). Secara overall, saya puas dengan settingan terbaru si Mustang.

Menurut analisa saya, meningkatnya kelincahan dan level stick on road si Mustang diakibatkan oleh settingan tekanan, kekakuan shock breaker dan pengisian gas nitrogen. Peningkatan power responsiveness kemungkinan terjadi akibat melepas air filter (box only), knalpot racing dan CO setting.

Bagaimana menurut anda? Apa ada yang punya pendapat lain? Yuk kita sharing!

Advertisements