1ebb9-415921_437190076307935_1088887674_o
Empat Sekawan Pendaki Gunung Semeru (Foto diambil dari Google)

<>

Prolog

“Mid, Juni naik Semeru yuk”. Dan, seperti biasa, dia tidak menjawab pertanyaan , saya pun pergi ke kamar mandi, sakit perut. Keluar dari kamar mandi, ada si Wisnu yang terlihat udah ngobrol-ngobrol sama si Samid.

“Nah, bareng sama anak ini aja”, si Samid yang tadi diem-diem akhirnya bicara.

“Ngapain?”, saya menjawab.

“Ranu Kumbolo”, Wisnu menyambar.

“Oohh, ayo aja”, saya menjawab setuju.

“Kalimati bagus ngga mas mid?”, tanya Wisnu ke si Samid

“Bagus kok, banyak bunga edelweiss”, jawab Samid

“Ah, pas udah di Kalimati pasti pengen muncak”, jawab saya.

(Semua terdiam sejenak)

“Ayo!”, Wisnu semangat menjawab

“Yo aku budhal ae (aku sih ngga masalah)”, jawab Samid.

“Gaaaaass”, jawabku sambil pergi ke belakang buat ngambil carrier dan peralatan gunung.

Akhirnya, dengan persiapan H-1, kami berangkat ke Semeru.

<>

Perlengkapan Pendakian

Perlengkapan mendaki yang saya bawa tidak jauh berbeda dengan pendakian gunung Arjuno. (List perlengkapan dapat dilihat di (http://bit.ly/1R1WaUa).

DSC_0281
Consina Alamo Navajo 75 L, Carrier yang saya bawa ke Semeru

<>

Rincian Perjalanan

Tanggal 13 Mei 2015, Saya, Samid, Wisnu dan rekannya berangkat ke Malang jam 20.00 dengan menggunakan sepeda motor. Kami sampai di Ranu Pani jam 01.00 tanggal 14 Mei 2015. Berikut rincian perjalanan kami yang ditulis oleh Samid @dimaspradiga :

sekedar share setelah pendakian semeru kemarin:

14 Mei 2015

#01.00 WIB

sampai di Ranu Pane setelah berangkat dari surabaya jam 7 malem, alhamdulillah perjalanan lancar karena sekarang akses ke ranu pane 70% sudah dalam kondisi diaspal, kondisi parkir utama saat itu hampir penuh dengan estimasi 500 pendaki

#06.00 WIB

mumpung bangun pagi, langsung bagi tugas jaga barang, cari sarapan, dan registrasi. alhamdulillah karena pendaki lain masih ribet sendiri2 maka kami dapat jatah briefing dan registrasi kloter pertama dan berangkat kira2 jam 7.30 pagi namun dengan kondisi sarapan hanya kurma mengingat jumlah perndaki di pagi bertambah lagi dan warung full semua dan akhirnya sarapan dimasak dan dimakan di shelter 1

DSC_0280
Sawah di Ranu Pane
Gerbang Pendakian Gunung Semeru
Gerbang Pendakian Gunung Semeru

#11.45 WIB

sampai Ranu Kumbolo dan untuk menghemat waktu kami putuskan makan siang dengan membeli nasi bungkus di pos @ Rp 15.000 agar bisa puas foto2 di oro-oro ombo dan jambangan, mulai buka mei ini di Ranu Kumbolo dan Kalimati disediakan Toilet (jamban). perjalanan kami lanjut pukul 13.00 WIB menuju Kalimati.

Beautiful Ranu Kumbolo
Beautiful Ranu Kumbolo
Istirahat sejenak di Ranu Kumbolo
Istirahat sejenak di Ranu Kumbolo

#17.00 WIB

sampai Kalimati karena saking asiknya foto2 di savana hehehe… tenda2 di kalimati lebih rame daripada kondisi pendakian semeru yang dulu2. ada yang bilang karena long weekend kuota ditambah sampai 1000 pendaki. setelah sampai, segera kami buka tenda dan memasak untuk makan malam.

Oro-Oro Ombo
Oro-Oro Ombo
Lavender di Oro-Oro Ombo
Lavender di Oro-Oro Ombo
Jambangan, sudah mulai lelah hahaha
Jambangan, sudah mulai lelah hahaha
Kalimati
Kalimati

15 Mei 2015

#00.00 WIB

kami mulai perjalanan dari Kalimati hingga ke puncak dengan ekspektasi seperti biasanya (5-6 jam), ternyata diluar ekspektasi, pendaki yang membludak membuat perjalanan layaknya jalan A. Yani surabaya di malam minggu, padat merayap dingin pula.

Summit Attack, antri. titik-titik pada foto merupakan pendaki yang menuju puncak
Summit Attack, antri. titik-titik pada foto merupakan pendaki yang menuju puncak

#07.50 WIB

kami sampai di puncak gunung semeru, “mahameru”. alhamdulillah walaupun sunrise gak dapat, kami disambut kepulan Wedus Gembel tiap 10 menit, benar benar bonus. lalu karena cuaca makin terik dan harus turun sebelum 10.00 WIB, maka kami turun dari puncak pukul 09.00 WIB ke basecamp Kalimati.

Sunrise, masih belum sampai di puncak :(
Sunrise, masih belum sampai di puncak 😦
Pasca sunrise, masih banyak yang masih dalam perjalanan. Semangat!
Pasca sunrise, masih banyak yang masih dalam perjalanan. Semangat!
Finally!
Finally!
Mahameru, 3676 Mdpl
Mahameru, 3676 Mdpl
Syukuran Wisuda 111 Teknik Mesin ITS Edisi Spesial, Menggapai Cita diatas atap Pulau Jawa
Syukuran Wisuda 111 Teknik Mesin ITS Edisi Spesial, Menggapai Cita diatas atap Pulau Jawa

#11.00 WIB

kami sampai di tenda dan mulai packing sedikit sambil istirahat dan makan siang (sambil foto2 dan jalan2 ke sumber air “sumber mani”). semakin siang semakin banyak pendaki berdatangan dari Ranu Kumbolo, ada yang bilang kuota bertambah lagi namun belum jelas jumlahnya. tak lama kami lanjutkan perjalanan ke Ranu Kumbolo untuk penghabisan sisa waktu sampai Sabtu… hahaa…

#17.30 WIB

diiringi kabut tebal menyelimuti kawasan Ranu Kumbolo, kami sampai dan langsung mencari tempat untuk tenda, kali ini memang benar2 rame apalagi dalam perjalanan Kalimati-Ranu Kumbolo memang bertambah banyak sekali pendakinya. akhirnya kami dapat tempat dan nge-camp semalam di rakum. (makan besar, foto bulan, hura-hura bersama pendaki2 edan hahaa…)

#10.00 WIB

kami packing barang setelah puas di rakum untuk segera pulang ke surabaya, di perjalanan pulang ternyata makin banyak lagi yang naik dan beberapa sumber mengatakan kuota sudah mencapai 2000 pendaki… wow… tak lupa sebelum perjalanan kami memasak untuk bekal di jalan (nasi uduk, tumis manisa, kering tempe-sosis-kentang, dan nugget tambahan dari tetangga UPN surabaya… hahahaa)

Alhamdulillah, turun dengan selamat
Alhamdulillah, turun dengan selamat

#14.30 WIB

macetnya perjalanan dari Ranu Kumbolo-Pane membuat molor jadwal yang sudah kami buat namun alhamdulillah kami sampai dengan selamat dan melanjutkan perjalanan ke surabaya pukul 16.00 WIB. namun yang mengagetkan adalah parkir yang sebelum berangkat hanya penuh di parkir utama 10×20 meter…. saat pulang bertambah hingga memenuhi lapangan desa ranu pani (cek di foto)

Parkiran motor, overload
Parkiran motor, overload

Nih, saya kasih juga rincian perjalanan yang dituangkan dalam bentuk video. Enjoy!

<>

Tips

  • Sepengalaman saya dalam mendaki, gunung Semeru adalah gunung yang paling dingin. Saran saya, persiapkan peralatan insulasi badan dengan baik (counterpain, kayu putih, jaket, dsb).
  • Dalam mendaki gunung ini, medan terberat yang saya rasakan adalah Summit Attack. Pada gunung pasir ini, ketika anda naik satu langkah, pasir yang tidak memiliki kontur tetap akan menurunkan langkah anda sebanyak setengah langkah. Saran saya, bawa peralatan yang cukup (air minum, kurma, obat2an pribadi) dan jangan menyerah oleh keadaan. Tidak perlu tergesa-gesa, kuatkan mental anda.

<>

Epilog

Bagi saya, gunung Semeru mungkin bukan gunung dengan overall medan yang terberat. tapi, saya harus mengakui hingga saat ini, gunung Semeru adalah gunung terindah yang pernah saya daki. Semoga tulisan kali ini bisa menjadi inspirasi dan referensi bagi teman-teman yang mau mendaki. keep clean, puncak hanyalah bonus, yang terpenting adalah pulang kembali ke rumah dengan selamat.

DSC_0264

Advertisements