Pemimpin, hal yang tidak asing didengar ketika anda berada di dalam sebuah organisasi. Banyak kata yang mendefinisikan pemimpin. Ada yang berkata bahwa pemimpin adalah seorang yang tegas, ada juga yang berkata bahwa pemimpin adalah seorang pekerja keras, dan lain sebagainya. Sebelum beranjak lebih jauh, mari kita lihat gambar dibawah ini

Business team
Ganbar 1. Seorang bos menuntut karyawan agar bekerja lebih giat
gerrard lead
Gambar 2. Steven Gerrard bergerak bersama rekan satu timnya agar memenangkan sebuah pertandingan

Apa sih kira-kira yang berbeda dari dua gambar diatas?

Mungkin ada teman-teman yang menyimpulkan bahwa yang berbeda adalah tempat. Gambar pertama ada di kantor sementara gambar kedua berada di lapangan sepakbola. Bisa dilihat juga pada gambar pertama ada orang yang narik meja. Kenapa dia kaya gitu saya juga ngga tau.

Sebenarnya, selain perbedaan yang telah saya sebutkan diatas, dari gambar tersebut kita dapat menyimpulkan mana seorang PEMIMPIN dan mana seorang PIMPINAN.

Perlu dipahami bahwa ada perbedaan antara PEMIMPIN dan PIMPINAN. Menurut Dr. Phil. Astrid S. Susanto, pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak. Di lain sisi, pimpinan adalah pemimpin yang harus diakui dengan sebuah pengangkatan atau sebuah jabatan. Jadi, mau tidak mau, setelah diangkat, pimpinan adalah orang yang memiliki jabatan dan akan memimpin suatu organisasi, kelompok atau sebuah perusahaan.

Akan tetapi, banyak orang yang menganggap bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang harus menjadi pimpinan. Inilah yang salah, kepemimpinan itu tidak selalu diakui lewat sebuah jabatan.

Hal ini sangat berbahaya karena banyak orang (termasuk indonesia) yang mengejar sebuah jabatan tanpa memahami kewajiban yang harus dijalani oleh seorang pejabat, yaitu memberi sebuah pengaruh baik bagi apa yang dipimpinnya. Rendahnya moral rakyat, Kalahnya sebuah tim sepak bola, Nihilnya inovasi pemikiran mahasiswa bisa jadi ada karena sosok pimpinan yang tidak memiliki jiwa seorang pemimpin.

So, tidak usah sedih ketika anda pernah gagal dalam sebuah proses untuk menjadi sebuah pimpinan, justru anda harus berbangga hati karena bisa memberi manfaat bagi lingkungan anda tanpa harus memiliki jabatan. Bisa jadi sebuah jabatan itu dibutuhkan oleh orang-orang yang kurang dikenal sehingga orang-orang sadar akan keberadaannya.

Mari kita mantapkan niat, belajar dengan giat, sebarkan kebaikan, benahi diri, work hard, less expectation. Jabatan hanyalah sebuah bonus, jadilah seorang pemimpin yang hebat!

Leadership-abstract-007

Advertisements