Puncak Arjuno dilihat dari trek setelah Savanah

Halo kawan, kembali lagi bersama saya Ahmad Hilman di acara Mancing Mania, Mantan!

(sutradara : CUUUTT!!)

Ngga temen-temen, yang barusan cuma angin lalu, sama seperti kenangan indah yang bersemi bersama mantan kekasih di masa lalu

(sutradara : CUUUTT!!)

Oke kawan, beneran ini mah, ga pake mantan-mantan dan antek-anteknya lagi. Jadiii, saya disini mau berbagi pengalaman nih ke temen-temen tentang pendakian saya ke gunung Arjuno, Jawa Timur.

Data dan Fakta

Gambar diambil dari Wikipedia
Gambar diambil dari Wikipedia

Gunung Arjuno (atau Gunung Arjuna, dalam nama kuna) terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 mdpl dan berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soeryo.

Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang.

Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari Sumberawan, Singosari.

Gunung Arjuno mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

(dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Arjuno)

Peralatan

DSC_0018

Gunung Arjuno merupakan satu dari beberapa gunung tertinggi yang ada di pulau Jawa. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan peralatan dengan baik untuk mendaki gunung ini.

Berikut rekomendasi saya mengenai list logistik ketika mendaki gunung Arjuno selama empat hari, untuk kuantitas menyesuaikan dengan jumlah pendaki :

Tim :

1. Tenda +matras

2. Alat masak + Alat makan

3. Beras dan bahan masakan

4. Air 1,5 L

5. Tools (gunting, pisau lipat, dll)

Personal :

01. Sleeping Bag

02. Baju ganti

03. Obat-obatan pribadi

04. Raincoat

05. Jaket

06. Sandal + Sepatu gunung

07. Kresek

08. Alat Sholat

09. Senter

10. Sarung Tangan

11. Tas Pinggang

12. Tissue

13. Kamera

14. Tongsis (jika diperlukan)

Biasanya, peralatan dan logistik dibawa dan dibagi dalam beberapa tim sehingga memudahkan koordinasi dalam berkegiatan saat mendaki. Beberapa contoh tim tersebut antara lain tim tenda, tim medis, tim makanan, tim alat masak ,dsb. Pembagian tim tersebut dapat disesuaikan dengan keadaan dan jumlah pendaki.

Jalur Pendakian

Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak gunung Arjuno. Berhubung saya baru lewat satu jalur, saya akan bahas satu jalur yaitu jalur via tretes.

Jalurnya dapat dibilang baik karena tersusun dari batu-batu dan biasa dilewati oleh Jeep yang membawa belerang hingga ke pos terakhir sebelum puncak (pos 3). Semua pos di jalur ini memiliki sumber mata air sehingga anda tidak perlu khawatir apabila persediaan air menipis.

Pada jalur ini, saya akan membagi perjalanan menjadi 4 pos (titik) yang terdiri dari Pos 1 (Pos izin pendakian), pos 2 (Kokopan), pos 3 (Pondokan dan Lembah Kijang) dan pos 4 (Puncak).

Pos1-Pos2

 

Pos Ijin Pendakian Tretes

Pendakian dimulai dari Pos 1 yang berada di sekitar 700 mdpl. Disana, kita harus izin dan melewati serangkaian proses administrasi terlebih dahulu sebelum mendaki. Oiya, Jangan lupa membawa foto kopi KTP dan juga uang sebesar Rp,7.500,00.

Dari pos 1, kita akan menuju Pos 2 yang biasanya ditempuh dalam waktu 3-4 jam. Jangan berharap akan banyak jalan landai di gunung ini. Mulai dari awal pendakian, anda akan disuguhi dengan jalur yang terjal.

Sekitar 45 menit pertama, anda akan menemukan pet bocor ,kawasan kemah yang memiliki sumber air. Istilah nama “pet bocor” berasal dari saluran pipa air bersih yang bocor di sekitar jalur pendakian gunung Arjuno dan Welirang. Disini juga terdapat warung yang menjajakan makanan dan minuman untuk cadangan perbekalan anda.

Pet Bocor

15 menit selanjutnya, anda akan menemukan pos jaga. Pos ini berfungsi untuk menutup jalur pendakian apabila terjadi longsor atau bencana alam lainnya. Berhati-hatilah karena mulai dari sini anda akan memasuki hutan. Saran saya, hindari pendakian malam hari karena masih terdapat binatang buas yang akan sering berkeliaran saat malam hari seperti panther. Kenapa saya bisa bicara demikian? Karena saat mendaki kemarin, saya sempat mendengar dengkurannya (saat itu sekitar pukul 17.00).

Pos Jaga

Sekitar 1,5 jam kemudian, anda akan melewati hutan tersebut. Setelah melewati hutan, anda dapat melihat pemandangan indah kota Sidoarjo, Surabaya dan jalan A.Yani yang menghubungkan keduanya. Lalu, apa yang menghubungkan kita berdua? (oke skip).

Selanjutnya, Pos 2 berada di ketinggian 1500 mdpl dan dapat dicapai kurang lebih dalam waktu 1-1,5 jam. Disana, anda dapat beristirahat dan mendirikan tenda. Disana terdapat warung yang biasa buka hingga malam hari.

82997264
Pos 2, Kokopan

Pos2 – Pos3

Sama halnya seperti perjalanan pos 1 – pos 2, jalur selanjutnnya tetap terjal tapi ada beberapa saat dimana jalurnya menjadi landai.

Oiya, di jalur pos2 – pos3 ini terdapat jalan paling terjal dalam pendakian ini yang biasa disebut dengan tanjakan setan (mungkin saking terjalnya tanjakan ini sehingga diberi nama seperti demikian). Setelah melewati tanjakan setan, anda akan masuk ke daerah hutan cemara yang biasa disebut dengan alas lali jiwo (hutan lupa jiwa).

Tidak perlu takut dengan ancaman binatang buas di daerah ini, mereka tidak akan menemukan banyak makanan (mangsa) karena vegetasi di ketinggian ini sudah berubah. Kemarin saya hanya menemui ayam hutan di ketinggian ini.

Pos 3 (2250 mdpl) dicapai kira-kira setelah anda berjalan selama 4-5 jam, pos 3 ini diberi nama pondokan karena di pos ini terdapat rumah kecil yang digunakan oleh para penambang belerang. Pos 3 juga merupakan pos terakhir (pondokan dan lembah kijang) yang memisahkan jalur pendakian gunung arjuno dan juga gunung welirang.

Suasana di Pos Pondokan
Rumah kecil yang biasa digunakan oleh penambang belerang

Pos3 – Puncak

Jalur yang landai memanjakan perjalanan awal anda dari pos 3 menuju puncak, 15-30 menit berjalanan, anda akan menemukan lembah kijang, tempat camp terahir kedua selain pondokan.

Setelah melewati lembah kijang, anda akan menemukan savanah yang terdiri dari dua bagian dan dipisahkan oleh pohon-pohon cemara. Apabila anda berjalan di malam hari, dari savanah ini akan terlihat pemandangan kota, bulan akan terlihat sangat jelas dan indah ketika anda berada disini saat malam hari (lebih indah apabila anda mendaki saat bulan purnama).

Savanah disebelah Lembah Kijang

Setelah savanah, anda akan memasuki hutan cemara yang memiliki jalur terjal. Disini anda akan menemukan plang yang membedakan pendakian ke puncak welirang dan arjuno.

Plang pertigaan antara Welirang dan Arjuno
Plang pertigaan antara Welirang dan Arjuno
Trek Hutan Cemara sebelum Pasar Dieng

Oiya, pintar-pintarlah mengatur stamina apabila anda mendaki saat malam hari di daerah ini karena semakin tinggi anda berada maka tekanan akan semakin rendah dan membuat oksigen akan sulit dihirup. Selain itu, pada malam hari (pagi buta) hari tumbuhan juga mengambil oksigen sehingga anda akan sulit bernafas karena saling berebut oksigen dengan tumbuhan.

Setelah anda berhasil melewati hutan cemara, anda akan menemukan jalan yang landai. Ini menunjukkan bahwa anda sudah dekat dengan puncak bayangan. Istirahatlah, mungkin anda sudah berjalan selama 4 jam. lihatlah ke langit, siapa tau anda bisa melihat bintang jatuh (saat mendaki saya melihatnya).

15-30 menit kemudian, anda akan menemukan sebuah tanjakan yang berujung pada puncak bayangan atau yang sering disebut dengan pasar dieng. Disini anda bisa mendirikan tenda tetapi suhu dan persediaan air yang kurang dapat menyulitkan anda apabila camp di tempat ini.

Pasar Dieng
Pasar Dieng
Gunung Welirang dilihat dari Pasar Dieng

Pada pasar dieng ini, anda dapat menemukan banyak sekali edelweiss. Selain itu, disini terletak batu perbatasan antara pasuruan dan malang. Satu lagi, disini terdapat memoriam orang-orang yang meninggal saat mendaki gunung Arjuno.

_MG_0127
Memoriam di Pasar Dieng

Berjalan lagi sekitar 15-30 menit, anda akan berada di puncak utama gunung Arjuno, 3339 mdpl. Silahkan berfoto-foto tapi hati-hati karena areanya yang sempit dan dibatasi oleh tebing yang sangat curam.

Sunrise di Puncak Arjuno
Sunrise di Puncak Arjuno
Puncak Arjuno, Gagah!
Puncak Arjuno, Gagah!

Tips

  • Gunung Arjuno merupakan gunung dengan medan terberat se jawa. Oleh karena itu, siapkan fisik anda sebelum mendaki gunung ini. Anda dapat melakukan jogging dan latihan-latihan kecil lainnya selama seminggu sebelum anda mendaki.
  • Selama mendaki pada ketinggian 1000-2000 mdpl, saya sarankan anda tidak menggunakan jaket dan memakai celana panjang. Karena selama mendaki, anda akan berkeringat dan mengakibatkan ketidaknyamanan saat anda bergerak dan beristirahat.
  • Apabila anda ingin mengincar sunrise di puncak, pakailah baju yang tebal, berlapis, dsb. Saat malam hari, di ketinggian 2000 mdpl keatas, suhu dapat mencapai 10o celcius sehingga anda tidak akan berkeringat selama mendaki dan akan lebih mudah merasa kedinginan.
  • Tidak perlu membawa peralatan yang berlebihan ketika anda mengincar sunrise di puncak. Terlalu banyak membawa alat-alat akan menyulitkan anda karena medan yang ditempuh cukup sulit dan akan membuat anda cepat lelah.
  • Jangan cemas ketika anda merasa dekat atau bertemu dengan binatang buas. Macan atau keluarga kucing lainnya akan menyerang manusia apabila mereka merasa terganggu atau dirusak habitatnya. Pada dasarnya, mereka akan segera meninggalkan manusia apabila mencium bau mereka (tapi anda juga tetap waspada ya).

Puncak dari sebuah gunung bukanlah inti utama dari sebuah pendakian. Mendaki adalah tentang kesabaran, kebersamaan dan bagaimana kita mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Semoga kasih sayang Allah SWT tetap bersama kita semua.

_MG_0084

Advertisements