jetlag

Dari kecil hingga SMA, saya selalu hidup di kota kembang, Bandung, dan tidak pernah terpikirkan bahwa suatu saat saya akan meninggalkan kota tersebut. Tapi ini realitanya, mau tidak mau saya berada di Surabaya, bagian timur dari pulau Jawa, terpisah sekitar 1000 km dari kota Bandung.

 

Merantaulah, agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kamu harus pulang

Merantaulah, sehingga kau akan tau bagaimana berharganya waktu bersama keluarga

Merantaulah, agar kamu mengerti artinya sebuah perpisahan

Merantaulah, kamu akan mengerti kenapa kamu harus kembali

 

itulah beberapa kalimat yang pernah saya baca di internet (kalau tidak salah situs semacam 9gag). Kalimat-kalimat tersebut kurang lebih menggambarkan apa yang dirasakan oleh seorang perantau, termasuk saya. Merantau membuat saya mensyukuri dan menghargai setiap detik dan momen yang saya rindukan selama saya berada di kota perantauan.

“Carilah ilmu sampai ke negeri Cina” pepatah yang menggambarkan bahwa ilmu dan pengetahuan itu tidak sedikit dan tidak berada di tempat yang sempit. Dia luas, tersebar di seluruh dunia. Pepatah tersebut memliki hubungan dengan merantau karena ketika kita sedang merantau, secara tidak langsung sebenarnya kita sedang mencari ilmu itu. Apa saja?

  1. Memperluas wawasan

Kita melebar sedikit. Kawan, pernahkah kalian mengalami situasi dimanakalian berada dalam suatu forum, sedang membahas tentang suatu acara dan mengalami kebuntuan karena bingung untuk menentukan bentuk acara yang tepat dan sesuai di daerah tersebut? Pernahkah kalian bertanya,kenapa sih hal ini terus terjadi?

Disinilah wawasan berperan. Bisa jadi perdebatan dalam forum itu terjadi karena kurangnya wawasan dari masing-masing peserta rapat mengenai keadaan dan kondisi masyarakat (target peserta acara) sehingga pernyataan atau pendapat yang disampaikan masih mengawang karena hal tersebut masih bersifat invalid.

Contoh diatas merupakan sebagian kecil manfaat atau pentingnya seseorang dalam memiliki wawasan. Wawasan juga berguna ketika kita sedang berkomunikasi dengan teman, atasan, dan juga lawan jenis. Seseorang akan lebih dihormati ketika mereka memiliki wawasan yang tinggi. Bersyukurlah kalian wahai para perantau karena secara tidak langsung kalian telah meningkatkan kualitas diri kalian.

  1. Survive Training

Seorang bayi tentu tidak dapat berjalan dan berjalan secara tiba-tiba. Dalam prosesnya, mereka pasti akan mengalami jatuh, tidak jelas dalam berbicara, dan kegagalan-kegagalan lainnya sebelum akhirnya mereka dapat berjalan dan berbicara dengan lancar.

Sama halnya seperti perantau, mereka juga akan mengalami hal tersebut. Awalnya mereka akan sulit untuk memahami bahasa, kultur, makanan dan hal-hal lain yang akan mereka temui di tanah perantauan mereka. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu mereka akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Itulah proses survive training yang akan dialami oleh seorang perantau, ditambah lagi dengan keadaan yang menuntut untuk hidup secara mandiri membuat skill manajemen, komunikasi dan peningkatan kesehatan fisik kita meningkat. Hal-hal tersebut akan membentuk seorang manusia yang kuat dan tahan banting sehingga ia dapat bertahan dimanapun dia berada. Keren kan?

Itulah hal-hal yang saya dapatkan selama dua tahun merantau dan dikerucutkan dalam dua poin. Semoga bisa jadi gambaran dan dapat bermanfaat bagi pembaca yang masih ragu untuk merantau. Terima kasih sudah membaca, salam semangat upgrade diri tanpa batas!

Advertisements